Cinta itu gak buta, emang hatinya aja yang masih setia.


Cukup sudah perjalanan panjang yang melelahkan. Yang berkorban juga belum tentu diperhatikan. Padahal sudah berkali-kali kamu katakan, bahwa “kita” tak layak lagi dipertahankan. Tapi entah kenapa, hati masih tahan disakiti, tanpa rasa yang tak dihormati. 

Demi orang yang dicintai, aku rela bertahan hingga bertahun. Rela terkikis hingga menangis. Rela berdiri hingga berdarah. Mungkin aku akan seperti itu. Hingga nanti tiba saatnya kamu kembali, atau aku yang harus menyadari, bahwa kamu bukanlah orang yang pantas aku tangisi


Kau tahu, betapa beratnya memulihkan hati, saat perasaan terdalam kau berikan seseorang? Sesungguhnya aku bukanlah orang kuat yang pandai bergulat. Aku adalah masa lalumu yang masih memperjuangkan kesetiaan tapi kau abaikan.

Aku selalu merasakan sesuatu saat melihatmu, yang membuatku ingin selalu disampingmu. Dan aku memiliki lebih dari sejuta alasan untuk bertahan, meski ujian selalu berdatangan.
Terkadang aku yang selalu berlari merasa lelah, merasa ingin berhenti, merasa ingin jatuh. Tapi jika kupertahankan semua ini, bisakah kau hentikan jatuhku?


No comments:

Post a Comment

Jogja (Lagi) Part 2 : Lemes, Cuma Bisa Nangis Ama Nyender di Loket Stasiun Setelah Ketinggalan Kereta

Assalamualaikum.. Hallo para readers kuuuu. Rindu? Pasti enggak kan wkwk Monmaap bangeeettt baru up dikarenakan kesibukan kuliah yang...