Sulit kukatakan, aku iri dengan caramu bahagia tanpaku.


Lihatlah secara langsung, bagaimana situasinya? Aku hanya berdiri termenung merasakan kesedihan tak terbendung. Akankah kau tau? Akankah kau peduli? Saat aku tenggelam dalam pasir, melihatmu meninggalkan hati yang telah terusir. Yang kulakukan hanyalah menangis dibalik senyum yang tragis.

Aku iri kepada hujan, yang bisa menyentuh kulitmu menyisakan kenangan. Aku iri kepada angin, yang bisa mengoyak bajumu meninggalkan dingin. Sulit kukatakan, aku iri dengan caramu bahagia tanpaku.

Aku hanya berharap yang terbaik untukmu, semoga segala hal didunia ini dapat memberimu. Tapi aku selalu berfikir, bahwa kau akan kembali, mengatakan semuanya kepadaku bahwa yang telah kau temukan adalah kehancuran dan kesedihan

Mungkin sekarang kau menganggapku orang yang bodoh, kau berfikir mungkin baru kai ini aku mengalami sakit akibat dirimu. Tapi, aku pernah merasakan ini sebelumnya. Hanya saja aku diam, merasakan sakit yang terlalu dalam.

Semoga saja kedepannya aku membuka mata, bahwa setiap kali kau menyakiti, aku tak pernah lagi mati. Dan setiap kali kau tak pulang, air mataku semakin cepat hilang. 

No comments:

Post a Comment

Jogja (Lagi) Part 2 : Lemes, Cuma Bisa Nangis Ama Nyender di Loket Stasiun Setelah Ketinggalan Kereta

Assalamualaikum.. Hallo para readers kuuuu. Rindu? Pasti enggak kan wkwk Monmaap bangeeettt baru up dikarenakan kesibukan kuliah yang...