Setiap hari aku selalu menanti pada jalanan sepi, demi berharap
kau akan membuka hati.
Setelah matahari terbenam menjadi kegelapan, air mata datang
pada fakta bahwa aku masih saja berjuang sendirian.
Kau sudah melakukan kerja bagus hari ini. Itu adalah apa yang
paling ingin kukatakan pada diriku sendiri. Aku berusaha menahan nafas.
Berusaha mempertahankan semua yang telah kau lepas. Bahkan hatiku sendiri tak
tau, bahwa perasaanku perlahan tercerai-berai merasakan hal-hal yang
menyakitkan datang pelan-pelan.
“Mencoba untuk menghapusmu”
Aku bahkan tak pernah berpikir akan hal itu, karena kau
tampak terlalu bagus untukku. Aku mempunyai beribu alasan untuk mengungkapkan
kata sayang. Meski aku kehabisan nafas, akan kukatakan satu persatu sampai
tuntas.
Semuanya belum selesai, hingga nanti aku dihempas badai. Akan
selalu kuyakinkan dalam hati, bahwa segala hal dari kita tak pernah mati.
Tak ada keserakahan lain, hanya saja aku yang terlalu ingin.
Ingin selalu berjalan, walau hanya sendirian.
Satu hal yang selalu ingin kuungkap. Sungguh kepadamu, aku
menunggu hingga ditelan rindu.

No comments:
Post a Comment