Untuk Temanku yang Sempat Menjatuhkan Hatiku


Hari itu teman baikku berkunjung kerumahmu. Dia bercerita kepadaku, bahwa kamu menerimanya sangat baik. Tak heran. Cara bicaranya terlihat sangat bangga memiliki senior yang pernah kucinta.
Aku sempat menghela nafas. Mencoba menenggelamkan emosi yang hampir terlepas.
Masih teringat ceritanya, saat ibumu bertanya dia itu siapa? Kau mengatakan bahwa dia temanku.
Menurut ceritanya, saat kau ucapkan namaku, kau menarik nafas panjang. Kata itu yang selalu membuatku terngiang.
Hei temanku, hei kau.. tahukah bahwa aku cemburu? Mungkin temanku tahu? atau pura-pura tak tahu? Entahlah. Apalagi kau, yang selalu menjauhkan segalanya dari tentangku. Mana kau tahu hal yang benar-benar tak penting bagimu.

Benar-benar. Aku tak suka caranya berbicara tentangmu dihadapanku. Bukannya aku tak suka caranya, hanya saja aku khawatir lebih jauh kehilanganmu. 

No comments:

Post a Comment

Jogja (Lagi) Part 2 : Lemes, Cuma Bisa Nangis Ama Nyender di Loket Stasiun Setelah Ketinggalan Kereta

Assalamualaikum.. Hallo para readers kuuuu. Rindu? Pasti enggak kan wkwk Monmaap bangeeettt baru up dikarenakan kesibukan kuliah yang...