Untuk Aku dan Calon Priaku….


Jatuh cinta adalah fase yang menyeramkan. Berkali-kali terbayang, mau jadi apa nantinya hubungan kedepan. Setiap langkah selalu dijalani hati-hati dan pelan-pelan, demi tercapainya hubungan yang penuh perdamaian.

Tapi ini hati, bukan negara monarki yang dipimpin perdana menteri.

Pernah berada di titik bahagia bersama pria yang kudamba adalah kenangan yang menyenangkan.

Mengingatnya saja.. Berasa hati terasa berdetak cepat tak ada henti. Setiap detik bersamanya bagaikan seperti kejutan yang menghangatkan. Sangat sangat bahagia.

Semoga kita selalu bersama hingga saksi berkata sah. Semoga kita selalu tertawa hingga nanti bertemu disurga. Semoga kita selalu menyayangi, meski kain mori menyelimuti.

Sungguh. Aku sangat bersyukur. Aku sangat bersyukur pernah dijatuh cintakan olehNya denganmu.

Aku sungguh bersyukur pernah merasakan kikuk bahagia hingga merasa dunia hanya sepetak saja.

Aku sungguh bersyukur bisa berjalan bersamamu melalui berbagai ujian meski menyakitkan.

Aku sungguh bersyukur kita tak pernah berpaling meski hubungan berkali-kali terguling.

Aku sungguh, sungguh sangat bersyukur.

Nanti.

Kamu.

Calon priaku.

Membaca dan mewujudkan semuanya dengan Qobiltu Nikahaha

No comments:

Post a Comment

Jogja (Lagi) Part 2 : Lemes, Cuma Bisa Nangis Ama Nyender di Loket Stasiun Setelah Ketinggalan Kereta

Assalamualaikum.. Hallo para readers kuuuu. Rindu? Pasti enggak kan wkwk Monmaap bangeeettt baru up dikarenakan kesibukan kuliah yang...