Sumber: google.com
Hatiku terasa runtuh mengetahui kenyataan saat kau datang
ketika ada yang kau butuhkan. Apa lagi yang perlu dikatakan? Aku tahu kau hanya
ingin perhatian, bukan hatiku. Doa-doa tak berguna lagi. Perjuangan sudah tak
pantas dijalani. Asal kau tahu, setiap kata manismu sudah terbakar api.
Aku sadar, aku telah lama mencintamu separah itu. Dulu saat
aku kau jatuhkan ditempat terendah, aku hanya diam. Karena saat itu aku masih
takut melepaskan. Semakin lama aku merasa kau sisihkan, hingga hatiku tak lagi
kokoh. Aku mulai terguncang.
Karena aku telah terguncang, aku memutuskan untuk selesai
mengakhiri semuanya. Aku telah lelah hingga aku luluh lantak. Tapi disisi lain
kau masih bingung dengan hatimu sendiri. Kau mencoba membenci tapi juga mencoba
mengasihi.
Mungkin kau hanya membenciku karena seseorang yang baru. Jika
nanti dia hilang, kemungkinan besar kau akan kembali. Tapi kembalimu bukan
karena hati, tapi karena kokosongan yang lama tak terisi.
Aku sempat memperlakukanmu dengan cara yang serupa. Tapi kau
terlihat tak terima bahwa aku telah bahagia. Aku tahu kau tak lagi mencintaiku,
tapi entahlah perasaan macam apa yang masih ada dalam dadamu. Aku tahu dari
awal, sebenarnya kau hanya memastikan bahwa aku tak pernah melupakanmu. Iya
kan? Jika nantinya dia hilang, aku akan kau jadikan tempat pelarian, iya kan?
Namun, aku tak akan mudah seperti itu lagi. Bukan tak akan
mudah, tapi memang benar-benar tak ingin dianggap bodoh lagi. Tak mudah getar
dan tak ingin mengejar. Dan juga tak ingin tenggelam bersama rasa kelam. Kini aku
akan memberikanmu ruang untuk bernafas. Agar kau bisa bertingkah dengan bebas. Agar
kau sadar, sifatmu yang tak jelas sungguh menghabiskan waktumu sendiri yang
terkuras.
Semua hal tentang kita yang pernah kau sia-siakan telah
memicu hatiku untuk berhenti merindu. Semua tak akan sulit. Hingga aku mati
sekalipun, kenanganmu tak akan tersisa meski sedikit saja.

No comments:
Post a Comment